KLINIK TUMBUH KEMBANG “BUAH HATIKU”

BINA UPAYA ANAK TUMBUH SEHAT , OPTIMAL DAN BERKUALITAS

 

LATAR BELAKANG

Setiap orangtua pasti menginginkan tumbuh kembang sang Anak bisa berjalan normal sesuai dengan usianya. Mulai dari perkembangan fisik yang sehat, memiliki karakter yang baik, hingga keterampilan hidup yang cukup.

Anak hingga usia 18 tahun perlu terpantau tumbuh kembangnya. Namun, fase tumbuh kembang di usia 0-5 tahun perlu mendapatkan perhatian utama para orangtua. Jika orangtua menemukan adanya gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan motorik, gangguan perkembangan sensorik hingga gangguan perilaku, penting mencari bantuan profesional. Mengapa penting? Di dunia termasuk di Indonesia terjadi peningkatan angka kejadian gangguan kesehatan dan kecacatan jangka panjang terkait prematuritas, antara lain gangguan perkembangan (kesulitan belajar, autisme, gangguan pemusatan perhatian, dan lain sebagainya), gangguan nutrisi, gangguan penglihatan dan pendengaran, dampak psikososial pada keluarga, serta gangguan kesehatan kardiovaskular di masa dewasa. Berbagai masalah kesehatan pada anak ini sebenarnya bisa diatasi, bahkan dicegah jika bisa terdeteksi lebih dini. Klinik tumbuh kembang menjadi salah satu tempat rujukan bagi para orangtua untuk mencegah juga mengatasi masalah tumbuh kembang anak. Menyadari kebutuhan ini, sebagai langkah preventif dan kuratif, RSUD DR R Soetijono berencana membuka klinik kesehatan dengan layanan dan fasilitas yang komprehensif. Klinik tumbuh kembang multidisiplin ini menjadi tempat bagi pemantauan dan intervensi kasus gangguan pertumbuhan, perkembangan dan perilaku pada bayi dan anak, orangtua mengatasi permasalahan pada anak secara tepat dan akurat, sehingga diperoleh penatalaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarga.

PENGERTIAN

  1. Apa itu klinik tumbuh kembang anak?
  2. Klinik tumbuh kembang anak adalah klinik yang menangani anak-anak yang memiliki masalah dalam tumbuh kembang mereka. Baik karena kelainan saat lahir, atau kemampuan si Anak yang lebih lambat dari rata-rata anak lainnya. Klinik ini akan memantau perkembangan anak, dan membantu menstimulasi tumbuh kembangnya. Dari mulai bayi baru lahir, hingga si Kecil berusia 18 bulan atau lebih.

  3. Kondisi bayi atau anak yang membutuhkan perawatan di klinik tumbuh kembang
  4. Sasaran utama Klinik tumbuh kembang multidisiplin ini utamanya dibutuhkan oleh bayi atau anak yang memiliki risiko gangguan pada pertumbuhan, perkembangan dan perilakunya, antara lain: * Bayi dengan berat badan lahir yang rendah (kurang dari 1.500 gram). * Bayi kurang bulan (prematur) dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu. * Bayi dengan gangguan kesehatan dalam masa perinatal (mulai dari usia kehamilan 28 minggu sampai dengan usia 7 hari), seperti: sindroma gawat napas, hiperbilirubinemi (kuning) atau keadaan lain yang memerlukan transfusi tukar, kejang pada bayi baru lahir dan radang selaput otak. * Bayi dengan infeksi bawaan (congenital): cytomegalovirus, toxoplasma, rubella dan syphilis.
    Berbagai masalah kesehatan pada anak sebenarnya bisa diatasi, bahkan dicegah jika bisa terdeteksi lebih dini.

Gangguan perkembangan yang diintervensi secara dini (lebih cepat) akan memberikan hasil yang lebih baik, karena pada tiga tahun pertama dari kehidupan anak merupakan periode tumbuh kembang yang amat cepat.

Sehingga diharapkan melalui deteksi dan intervensi secara dini dapat memperbesar kemungkinan keberhasilan anak untuk dapat mempertahankan kualitas hidup dengan lebih optimal.

Klinik tumbuh kembang sendiri terdiri dari beberapa bagian, antara lain:

      • Dokter spesialis anak sub ahli tumbuh kembang anak,
      • Dokter spesialis syaraf anak,
      • Dokter spesialis anak sub ahli gizi metabolik,
      • Dokter spesialis kesehatan jiwa,
      • Dokter spesialis fisik dan rehabilitasi sub ahli rehabilitasi medis anak,
      • Dokter spesialis orthopedi,
      • Dokter spesialis THT,
      • Dokter spesialis mata,
      • Dokter ahli olah raga,
      • Dokter spesialis mulut dan gigi anak,
      • Psikolog anak dan remaja,
      • Ahli remedial atau edukasi anak bermasalah.

Klinik tumbuh kembang juga biasanya menyediakan terapis wicara, terapis okupasi, terapis fisik/fisioterapi. Sebagai bentuk pencegahan, deteksi dini juga bisa dilakukan sejak anak masih dalam kandungan.

Karenanya klinik ini juga memiliki dokter spesialis kebidanan dan kandungan sub ahli fetomaternal yang dapat mendeteksi kelainan pada anak sejak dalam kandungan.

MAKSUD DAN TUJUAN

  1. Memberikan pelayanan pemantauan dan intervensi kasus gangguan pertumbuhan, perkembangan dan perilaku pada bayi dan anak
  2. menjadi salah satu tempat rujukan bagi para orangtua untuk mencegah juga mengatasi masalah tumbuh kembang anak.

ALUR KEGIATAN

  1. Pertemuan pendahuluan untuk membahas mengenai alur pelayanan dan Standart Pelayanan Operasional.
  2. Pertemuan pembahasan lokasi dan Sumber Daya yang dibutuhkan
  3. Pertemuan pembahasan pelaksanaan dan promosi kegiatan
  4. Pertemuan monitoring evaluasi

PENUTUP

    Selanjutnya untuk pembahasan awal pelaksanaan pelayanan Tumbuh kembang di RSUD DR R Soetijono Blora. Kami dari Bidang pelayanan mengajukan permohonan kepada Direktur untuk memberikan surat perintah pelaksanaan sehingga kegiatan pelayanan Tumbuh kembang bayi/ anak di RSUD dr R Soetijono Blora dapat segera terwujud.

(Rabu, 1 Desember 2021.)

Pembukaan Klinik Rehabilitasi Medik Tumbuh Kembang Anak “BUAH HATIKU” di RSUD dr. R. Soetijono Blora