Menurut IASP (International Association for the Study of Pain, 1979 ) : Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik   dan emosional yang tidak menyenangkan, yang berkaitan dengan kerusakan jaringan yang nyata atau yang berpotensi untuk menimbulkan kerusakan jaringan.

Menurut NIHCCP (1986 ), nyeri dikategorikan ke dalam 2 tipe :

  1. Nyeri Akut : Nyeri yang terjadi segera setelah tubuh terkena cidera, atau intervensi bedah dan memiliki awalan yang cepat, dengan intensitas bervariasi dari berat sampai ringan. Fungsi nyeri ini adalah sebagai pemberi peringatan akan adanya cidera atau penyakit yang akan datang.
  2. Nyeri Kronik : Adalah nyeri konstan atau intermiten yang menetap sepanjang suatu periode tertentu, berlangsung lama, intensitas bervariasi, dan biasanya berlangsung lebih dari enam bulan. Contoh : Penyakit Keganasan

Respon Terhadap Nyeri

◦Nyeri Akut :

–Respon Fisiologis : Tensi naik, nadi meningkat, RR meningkat, dilatasi pupil, keringat dingin

–Respon Perilaku   : gelisah, tak konsentrasi, ketakutan, disstress

◦Nyeri Kronis :

–Respon Fisiologis : T-N-RR normal, pupil normal, kulit kering

–Respon Perilaku  : imobilisasi, tak aktif, menarik diri, putus asa

Penilaian skala nyeri dapat menggunakan :

  1. Numeric Rating Scale ( NRS )
  2. Wong Baker Faces Pain Scale
  3. Neonatal Infant Pain Scale ( NIPS )
  4. Critical Care Pain Observasi Tool ( CPOT )
  5. Face, Legs, Activity, Cry and Consolability ( FLACC )

mn-1 nm-2 nm-3 nm-4

 

In House Training Manajemen Nyeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *